STEREOKIMIA;
A.
ISOMER GEOMETRI DALAM ALKENA DAN SENYAWA SIKLIK
B.
KONFORMASI DAN KIRALITAS SENYAWA RANTAI TRRBUKA
·
ISOMER GEOMETRI DALAM ALKENA DAN SENYAWA SIKLIK
Isomer
geometri adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi
struktur ruangnya berbeda.
Contoh pada
alkena mempunyai 2 isomer geometri yaitu cis dan trans.
Syarat utama
adanya isomer cis-trans adalah adanya ikatan rangkap 2 atom C (C =
C), yang tiap-tiap atom C pada ikatan rangkap itu mengikat atom atau gugus atom
yang berbeda.
Perhatikan 2
senyawa berikut :
CH2=CH-CH3
bila digambarkan sebagai berikut :
Coba
perhatikan C sebelah kiri, atom C tersebut mengikat 2 atom yang sama yaitu atom
H, sedang C sebelah kiri mengikat 2 gugus atom berbeda yaitu H dan CH3.
Perhatikan
2- butena CH3-CH=CH-CH3, bila
digambarkan sebagai berikut :
C sebelah
kiri, atom C tersebut mengikat 2 gugus atom yang berbeda yaitu atom H dan gugus
–CH3,begitu juga C sebelah kiri mengikat 2 gugus atom berbeda
yaitu H dan CH3. Jadi :
–
1-propena (CH2=CH-CH3) tidak mempunyai isomer cis-trans
Saved
–
2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis-trans.
Isomer cis-trans terjadi bila
tiap-tiap atom C yang berikatan rangkap
mengikat
gugus atom berbeda.
Keisomeran
geometri menghasilkan 2 bentuk isomer yaitu :bentuk cis
(jika gugus-gugus sejenis terletak pada sisi yang sama) dan bentuk trans
(jika gugus-gugus sejenis terletak berseberangan).
Jadi
2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis trans sbb :
Isomer Optis
Aktif
Isomer optis
aktif terjadi pada senyawa karbon yang mengandung C kiral.
Coba lihat
Atom C yang berwarna coklat, atom C tersebut keempat tangannya
mengikat 4 atom (gugus atom) yang berbeda. AtomC tersebut mengikat :
1)
H 2) CH2CH3
3) CH2CH2CH3
4) CH3
Atom C yang
keempat tangannya mengikat gugus atom berbeda disebut atom C kiral.
b.
Isomer pada Alkena
syarat
senyawa alkena yang memiliki isomer geometri??
Syarat suatu
senyawa yang memiliki isomer geometri adalah tiap atom akrbon yang berikatan pi
(rangkap) harus mengikat gugus – gugus yang berlainan.
Contoh : 2 –
pentena
Pada senyawa pentena diatas, kedua atom karbon yang
berikatan rangkap mengikat gugus gugus yang berlainan. Atom karbon pertama
mengikat atom H dan gugus CH3, sedangkan atom kedua mengikat H dan gugus –
CH2CH3. Senyawa pentena diatas disebut memiliki isomer geometri.
Jika gugus atau atom yang diikat oleh karbon yang berikatan
rangkap ada yang sama, walaupun mempunyai ikatan rangkap yang tegar dan tidak
dapat berotasi, tetapi senyawa tersebut tidak berisomer geometri.
Perhatikan
senyawa dibawah
Karbon pertama yang berikatan rangkap sama sama
mengikat atom H, sehingga bentuk pertama dan kedua senyawa diatas adalah sama
walaupun penggambaran strukturnya pada bidang datar terlihat berbeda. Ingatlah
bahwa molekul sebenarnya ada pada ruang tiga dimensi.
Perhatikan
struktur molekul ada isomer alkena berikut.
Ketiga struktur tersebut memiliki
rumus molekul sama, yakni C4H8, tetapi strukturnya
beda. Jadi, dapat dikatakan bahwa ketiga senyawa itu berisomer struktur
satu sama lain.
Bagaimana Anda menjelaskan perbedaan
titik didih dari ketiga senyawa tersebut? Hubungkan dengan tingkat
kerumitan molekul. Makin rumit struktur molekul, makin rendah titik
didihnya. Ikatan rangkap dua karbon-karbon pada alkena tidak dapat
memutar (melintir) sebab jika diputar akan memutuskan ikatan
rangkap, tentunya memerlukan energi cukup besar. Oleh karena itu,
alkena dikatakan memiliki struktur yang rigid (tegar) seperti
ditunjukkan pada Gambar 5.
|
|
Gambar 5. Pada alkena, tidak terjadi perputaran
ikatan rangkap pada sumbu rotasinya.
|
Akibat dari
ketegaran, ikatan rangkap menimbulkan isomer tertentu pada alkena. Pada
contoh berikut, ada dua isomer untuk 2-butena (CH3CH=CHCH3),
yaitu cis-2-butena dan trans-2-butena.
Isomer pada cis-2-butena dan
trans-2-butena dinamakan isomer geometri. Isomer geometri adalah isomer
yang terjadi akibat perbedaan lokasi atom-atom atau gugus atom dalam ruang
tiga dimensi, sedangkan rumus molekul dan gugus terikatnya sama. Perbedaan
titik didih antara cis-2-butena (3,7 °C) dan trans-2-butena (0,9 °C)
menunjukkan bahwa kedua senyawa ini benar-benar ada dan berbeda, walaupun
keduanya memiliki rumus molekul sama (C4H8) dan
gugus terikatnya sama.
Isomer Geometri dalam Senyawa siklik
Dalam beberapa hal, sifat kimia sikloalkana mirip dengan alkana asikloik
(rantai terbuka). Keduanya sama-sama non polar dan cenderung inert. Akan tetapi
terdapat perbedaan mendasar. Pertama, sikloalkana kurang fleksibel dibandingkan
dengan alkana rantai terbuka. Ikatan tunggal (ikatan sigma) pada alkana
asliklik dapat berputar
Oleh karena strukturnya yang siklik,
sikloalkana memiliki dua sisi yaitu sisi atas dan bawah. Hal ini memungkinakn
sikloheksana memiliki kemungkinan isomerisme berdasarkan letak substituennya.
Contohnya, ada dua bentuk isomer dari 1,2-dimetilsiklopropana. Pertama dengan
dua gugus metil pada sisi yang sama, kedua dengan gugus metil pada posisi yang
berlawanan. Kedua bentuk isomer merupakan molekul yang stabil, dan dapat
dikonfersi dari bentuk satu ke bentuk lainnya tanpa memecah cincin atau tanpa
membentuk ikatan baru.
Tidak seperti isomer konstitusional seperti pada
butana dan isobutana dimana terdapat perbedaan urutan penempatan atom- atomnya.
Kedua isomer 1,2-dimetilsiklopropana memiliki tempat ikatan yang sama, tetapi
berbeda pada posisi atom-atomnya. Semua senyawa yang memiliki posisi ikatan
atom yang sama tetapi berbeda pada orientasi tiga dimensinya disebut
stereoisomer.
·
KONFORMASI DAN KIRALITAS SENYAWA TERBUKA
Isomer geometri pada
hidrokarbon jenuh rantai terbuka
Keterbatasan perputaran atom – atom yang terikat pada
masing – masing atom C.
Rintangan perputaran atom – atom tidak sebesar rintangan
atom – atom yang terikat pada atom C ikatan rangkap.
Ikatan s masih memungkinkan atom – atom yang terikat pada atom
C untuk berputar (molekul yang memiliki penataan dalam ruang secara berlainan) à konformasi struktur atom à conformational isomers (konfomer)
◦ Konfomer goyang (stagerred)
Konfomer eklips.
Konformasi
Senyawa Rantai Terbuka
Dalam suatu molekul rantai
terbuka, atom-atomnya memiliki peluang tak terhingga jumlah penataan/posisinya
di dalam suatu ruang. Gugus-gugus fungsi yang terikat pada ikatan karbon-karbon
dalam senyawa alkana dapat berotasi dengan bebas mengelilingi ikatan tersebut.
Oleh karena itu atom-atom dalam suatu senyawa rantai 7
terbuka dapat memiliki posisi yang tak terhingga
banyaknya di dalam ruang relatif
satu
terhadap yang lain. Pengaturan posisi atom yang bervariasi/berbeda-beda yang
diakibatkan
oleh rotasi ini disebut konformasi.
Untuk
menggambarkan konformasi, digunakan tiga jenis rumus yaitu :
1.
Rumus dimensional
2.
Rumus bola-dan-pasak
3.
Proyeksi Newman
Proyeksi
Newman adalah pandangan ujung ke ujung dari dua atom karbon saja dalam molekul
itu, sementara ikatan antar karbon tidak terlihat. Ketiga ikatan dari karbon
depan tampak menuju pusat proyeksi sementara ketiga ikatan dari karbon belakang
hanya tampak sebagian.
Contoh
molekul yang digambarkan dengan 3 jenis rumus ini adalah 3-kloro-1-propanol 8