Minggu, 09 Oktober 2016

Tugas Terstruktur ke-2

TUGAS TERSTRUKTUR

1.    Jelaskan mengapa suatu sikloheksana terdisubtitusi-cis-1,3 lebih stabil dari pada struktur-trans-padanan nya?
Jawab:
Karena kedua subtituenya dapat berposisi ekuatorial. Tetapi bila kedua subtituen itu 1,3 satu terhadap yang lain pada suatu cincin sikloheksana, maka cis-isomer lebih stabil dari pada trans-isomer. Karena kedua subtituen dalam 1,3-isome, dapat berposisi ekuatorial. Dalam trans-1,3-isomer, 1 gugus terpaksa berposisi aksial.

2.   Tuliskan proyeksi Fischer untuk semua konfigurasi yang mungkin dari 2,3,4-pentanatriol. Tunjukan pasangan-pasangan enantiomernya?
Jawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh51M4Adr81REbJMYG_NYx0KJQvmhyphenhyphen-uxLZe2JPXuKAPERlBiuelmKBUHy7VMio8p1JqVbImZvdGH9s3ru2W-NCOMP6SPp6xAZHLmUjNhsakR-pYDvOjoLBl_OdMkxAOvXeCianrujNNWFP/s320/proyeksi.png
Untuk senyawa yang mempunyai atom C asimetris lebih dari satu, kadang-kadang digambarkan menurut proyeksi Fisher. Ini untuk penyederhanaan, diberi nama atas nama orang yang mengusulkan, yaitu Fisher.
Sistem penulisan ini berdasarkan atas kesepakatan bahwa garis tegak
merupakan proyeksi dari ikatan yang mengarah kebelakang bidang gambar sedangkan garis berarti proyeksi dari ikatan yang mengarah bidang gambar. Letak ini tidak boleh dirobah begitu saja.
Sistem penulisan ini berdasarkan atas kesepakatan bahwa garis tegak merupakan proyeksi dari ikatan yang mengarah kebelakang bidang gambar sedangkan garis berarti proyeksi dari ikatan yang mengarah bidang gambar. Letak ini tidak boleh dirobah begitu saja.

Penentuan konfigurasi absolut melalui proyeksi Fisher ini dapat dilakukan sebagai berikut :
Tukar posisi proyeksi, sehingga atom/gugus dengan nomor prioritas terendah berada disebelah atas dan nomor prioritas yang rendah disebelah bawah.
Note : rantai terpanjang digambarkan sebagai garis vertikal.
Apabila arah nomor prioritas b       c atau 2      3 = R
Apabila arah nomor prioritas b       c atau 2       3 = S





8 komentar:

  1. saya ingin memberikan saran, hendaknya dalam menjawab pertanyaan di sertai dengan gambar yang lebih jelas. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kepada saudari lutfi atas sarannya, sangat bermanfaat bagi saya sehingga dalam blog selanjutnya akan lebih baik.

      Hapus
  2. Aslamualaikum.wr.wb
    Saya hanya sedikit menambah dari soal no 1. Kestabilan (ketidakreaktifan) sikloalkana pada mulanya dijelaskan dengan “teori regangan Baeyer” (Baeyer’s strain theory). Menurut teori ini, senyawa siklik seperti halnya sikloalkana membentuk cincin datar. Bila sudut-sudut ikatan dalam senyawa siklik menyimpang dari sudut ikatan tetrahedral (109,50) maka molekulnya mengalami regangan. Makin besar penyimpangannya terhadap sudut ikatan tetrahedral, molekulnya makin regang.
    Untuk membuat sikloalkana, dapat digunakan bahan dasar senyawa alifatik, atau senyawa aromatik. Sebagai contoh, siklopropana dibuat dengan reaksi Freud, yaitu dengan mereaksikan 1,3-dibromopropana dengan logam seng. Untuk membuat sikloheksana dapat ditempuh dengan cara hidrogenasi benzena dengan katalis Ni, pada suhu dan tekanan tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih kepada suadari yani telah menambahkan, semoga bermanfaat

      Hapus
  3. assalamualaikum wr wb, saya ingin menambah sedikit jawaban dari pertanyaan nomor 1 yaitu dalam hal ini kestabilan suatu isomer baik itu cis ataupun trans tergantung pada posisi substituennya. Jika cis-1,3 lebih stabil dikarenakan posisi ekuatorial hal ini disebabkan bahwa pada posisi ekuatorial efek tolakan steriknya lebih kecil dibandingkan posisi aksial pada trans1,3 sehingga cis-1,3 lebih stabil.
    Jadi dapat disimpulkan bahwa posisi ekuatorial memiliki efek tolakan sterik yang kecil sehingga stabil,dan semakin kecil tolakan sterik antar atom maka akan semakin stabil. Begitupula sebaliknya pada posisi aksial yang memiliki tolakan sterik yang besar sehingga menyebabkan ketidak stabilan
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam.. Sebelumnya saya ucapkan terima Kasih kepada saudari miranda telah menambahkan pada blog saya semoga bermanfaat..

      Hapus
  4. Assalammualaikum saya ingin menambahkan jawaban nomor 1 menurut pendapat saya,
    Karena pada kedua subtituenya dapat berposisi ekuatorial. Akan tetapi bila kedua subtituen itu 1,3 satu terhadap yang lain pada suatu cincin sikloheksana, maka cis-isomer lebih stabil dari pada trans-isomer.
    Karena kedua subtituen yang ada ddialam 1,3-isomer dapat berposisi ekuatorial. Dalam trans-1,3-isomer, 1 gugus terpaksa berposisi aksial.
    Menurut yang saya baca dari pendapat yang lainnya juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam, terima kasih kepada saudari Silmi telah menambahkan sangat bermanfaat ilmunya.

      Hapus