Minggu, 02 Oktober 2016

PERTEMUAN KE 6 STEREOKIMIA



STEREOKIMIA;
A.    ISOMER GEOMETRI DALAM ALKENA DAN SENYAWA SIKLIK
B.     KONFORMASI DAN KIRALITAS SENYAWA RANTAI TRRBUKA

·         ISOMER GEOMETRI DALAM ALKENA DAN SENYAWA SIKLIK
 Isomer geometri adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur ruangnya berbeda.
Contoh pada alkena mempunyai 2 isomer geometri yaitu cis dan trans.
Syarat utama adanya isomer cis-trans adalah adanya ikatan rangkap 2   atom C (C = C), yang tiap-tiap atom C pada ikatan rangkap itu mengikat atom atau gugus atom yang berbeda.
Perhatikan 2 senyawa berikut :
CH2=CH-CH3    bila digambarkan sebagai berikut : 
Description: https://kimiakarbonblog.files.wordpress.com/2013/06/cd67f-iss.png?w=560
Coba perhatikan C sebelah kiri, atom C tersebut mengikat 2 atom yang sama yaitu atom H, sedang C sebelah kiri mengikat 2 gugus atom berbeda yaitu  H dan CH3.
Perhatikan   2- butena   CH3-CH=CH-CH3,  bila digambarkan sebagai berikut :
Description: https://kimiakarbonblog.files.wordpress.com/2013/06/95349-iss.png?w=560           
C sebelah kiri, atom C tersebut mengikat 2 gugus atom yang berbeda yaitu atom H dan gugus –CH3,begitu juga C sebelah kiri mengikat 2 gugus atom berbeda yaitu  H dan CH3.  Jadi :
–       1-propena (CH2=CH-CH3) tidak mempunyai isomer cis-trans
Saved
–       2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis-trans.
            Isomer cis-trans terjadi bila tiap-tiap atom C yang berikatan rangkap
 mengikat gugus atom berbeda.
Keisomeran geometri menghasilkan 2 bentuk isomer yaitu  :bentuk cis (jika gugus-gugus sejenis terletak pada sisi yang sama) dan bentuk trans (jika gugus-gugus sejenis terletak berseberangan).
Jadi 2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis trans sbb :
Description: https://kimiakarbonblog.files.wordpress.com/2013/06/d7249-iss.png?w=560
Description: https://kimiakarbonblog.files.wordpress.com/2013/06/b2292-iss.png?w=560
Isomer Optis Aktif
Isomer optis aktif terjadi pada senyawa karbon yang mengandung C kiral.
Coba lihat  Atom C  yang berwarna coklat, atom C tersebut keempat tangannya mengikat 4 atom (gugus atom) yang berbeda. AtomC tersebut mengikat :
1) H         2) CH2CH3          3) CH2CH2CH3           4) CH3
Atom C yang keempat tangannya mengikat gugus atom berbeda disebut atom C kiral.

b. Isomer pada Alkena

syarat senyawa alkena yang memiliki isomer geometri??

Syarat suatu senyawa yang memiliki isomer geometri adalah tiap atom akrbon yang berikatan pi (rangkap) harus mengikat gugus – gugus yang berlainan.

Contoh : 2 – pentena
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinyYgIv5Cs7mpa7RhIYloLLZWHZNzJKjIjQmncew9js91d4s9ZTgL136-y2GDlLBMh1fuGMBxP3NbqgnCqERITOGFWg1OSsMnzaKycTlI3QtgCW-QvbZDEZ0wfuI-aYcw-Lnnoc375vplY/s1600/Isomer+cis+tran+pada+2-pentena.JPG

Pada senyawa pentena diatas, kedua atom karbon yang berikatan rangkap mengikat gugus gugus yang berlainan. Atom karbon pertama mengikat atom H dan gugus CH3, sedangkan atom kedua mengikat H dan gugus – CH2CH3. Senyawa pentena diatas disebut memiliki isomer geometri.

Jika gugus atau atom yang diikat oleh karbon yang berikatan rangkap ada yang sama, walaupun mempunyai ikatan rangkap yang tegar dan tidak dapat berotasi, tetapi senyawa tersebut tidak berisomer geometri.

Perhatikan senyawa dibawah
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbGNsvNR-DPopk_V7LPMvx11rBABDWmOklCa3SiNvhgXP-8I96nyueu5SdSdGS5hcOi1OaUz3sLsqkMRXWt16x1qvBeZJInlp2JVo-4-b54Zlbhq07DK-cRW8I8TsTH4saDNn1ddXzk_RL/s1600/Senyawa+yang+bukan+berisomer+geometri.JPG

Karbon pertama yang berikatan rangkap sama sama mengikat atom H, sehingga bentuk pertama dan kedua senyawa diatas adalah sama walaupun penggambaran strukturnya pada bidang datar terlihat berbeda. Ingatlah bahwa molekul sebenarnya ada pada ruang tiga dimensi.


Perhatikan struktur molekul ada isomer alkena berikut.
Description: 1-butena 2-butena 2-metil-2-propena
Ketiga struktur tersebut memiliki rumus molekul sama, yakni C4H8, tetapi strukturnya beda. Jadi, dapat dikatakan bahwa ketiga senyawa itu berisomer struktur satu sama lain.
Bagaimana Anda menjelaskan perbedaan titik didih dari ketiga senyawa tersebut? Hubungkan dengan tingkat kerumitan molekul. Makin rumit struktur molekul, makin rendah titik didihnya. Ikatan rangkap dua karbon-karbon pada alkena tidak dapat memutar (melintir) sebab jika diputar akan memutuskan ikatan rangkap, tentunya memerlukan energi cukup besar. Oleh karena itu, alkena dikatakan memiliki struktur yang rigid (tegar) seperti ditunjukkan pada Gambar 5.
Description: Pada alkena, tidak terjadi perputaran ikatan rangkap pada sumbu rotasinya.
Gambar 5. Pada alkena, tidak terjadi perputaran ikatan rangkap pada sumbu rotasinya.


Akibat dari ketegaran, ikatan rangkap menimbulkan isomer tertentu pada alkena. Pada contoh berikut, ada dua isomer untuk 2-butena (CH3CH=CHCH3), yaitu cis-2-butena dan trans-2-butena.
Description: cis-2-butena dan trans-2-butena
Isomer pada cis-2-butena dan trans-2-butena dinamakan isomer geometri. Isomer geometri adalah isomer yang terjadi akibat perbedaan lokasi atom-atom atau gugus atom dalam ruang tiga dimensi, sedangkan rumus molekul dan gugus terikatnya sama. Perbedaan titik didih antara cis-2-butena (3,7 °C) dan trans-2-butena (0,9 °C) menunjukkan bahwa kedua senyawa ini benar-benar ada dan berbeda, walaupun keduanya memiliki rumus molekul sama (C4H8) dan gugus terikatnya sama.

Isomer Geometri dalam Senyawa siklik
Dalam beberapa hal, sifat kimia sikloalkana mirip dengan alkana asikloik (rantai terbuka). Keduanya sama-sama non polar dan cenderung inert. Akan tetapi terdapat perbedaan mendasar. Pertama, sikloalkana kurang fleksibel dibandingkan dengan alkana rantai terbuka. Ikatan tunggal (ikatan sigma) pada alkana asliklik dapat berputar

Description: https://html2-f.scribdassets.com/7hb6f503i84r07z7/images/6-6360b72f9f.jpg
Oleh karena strukturnya yang siklik, sikloalkana memiliki dua sisi yaitu sisi atas dan bawah. Hal ini memungkinakn sikloheksana memiliki kemungkinan isomerisme berdasarkan letak substituennya. Contohnya, ada dua bentuk isomer dari 1,2-dimetilsiklopropana. Pertama dengan dua gugus metil pada sisi yang sama, kedua dengan gugus metil pada posisi yang berlawanan. Kedua bentuk isomer merupakan molekul yang stabil, dan dapat dikonfersi dari bentuk satu ke bentuk lainnya tanpa memecah cincin atau tanpa membentuk ikatan baru.
Tidak seperti isomer konstitusional seperti pada butana dan isobutana dimana terdapat perbedaan urutan penempatan atom- atomnya. Kedua isomer 1,2-dimetilsiklopropana memiliki tempat ikatan yang sama, tetapi berbeda pada posisi atom-atomnya. Semua senyawa yang memiliki posisi ikatan atom yang sama tetapi berbeda pada orientasi tiga dimensinya disebut stereoisomer.

·         KONFORMASI DAN KIRALITAS SENYAWA TERBUKA

Isomer geometri pada hidrokarbon jenuh rantai terbuka
Keterbatasan perputaran atom – atom yang terikat pada masing – masing atom C.
Rintangan perputaran atom – atom tidak sebesar rintangan atom – atom yang terikat pada atom C ikatan rangkap.
Ikatan s masih memungkinkan atom – atom yang terikat pada atom C untuk berputar (molekul yang memiliki penataan dalam ruang secara berlainan) à konformasi struktur atom à conformational isomers (konfomer)
      Konfomer goyang (stagerred)
Konfomer eklips.

Konformasi Senyawa Rantai Terbuka
Dalam suatu molekul rantai terbuka, atom-atomnya memiliki peluang tak terhingga jumlah penataan/posisinya di dalam suatu ruang. Gugus-gugus fungsi yang terikat pada ikatan karbon-karbon dalam senyawa alkana dapat berotasi dengan bebas mengelilingi ikatan tersebut. Oleh karena itu atom-atom dalam suatu senyawa rantai 7

terbuka dapat memiliki posisi yang tak terhingga banyaknya di dalam ruang relatif
satu terhadap yang lain. Pengaturan posisi atom yang bervariasi/berbeda-beda yang
diakibatkan oleh rotasi ini disebut konformasi.
Untuk menggambarkan konformasi, digunakan tiga jenis rumus yaitu :
1. Rumus dimensional
2. Rumus bola-dan-pasak
3. Proyeksi Newman
Proyeksi Newman adalah pandangan ujung ke ujung dari dua atom karbon saja dalam molekul itu, sementara ikatan antar karbon tidak terlihat. Ketiga ikatan dari karbon depan tampak menuju pusat proyeksi sementara ketiga ikatan dari karbon belakang hanya tampak sebagian.
Contoh molekul yang digambarkan dengan 3 jenis rumus ini adalah 3-kloro-1-propanol 8



































8 komentar:

  1. assalamualaikum wr. wb
    saya ingin bertanya sedikit tentang postingan anda yaitu tentang Isomer geometri pada hidrokarbon jenuh rantai terbuka? coba anda jelaskan kembali?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari :
      Variasi penataan atom penyusun molekul dalam ruang 3 dimensi yang dikarenakan ketegaran dalam molekul :
      · Isomer geometri pada hidrokarbon tak jenuh rantai terbuka
      · Isomer geometri pada hidrokarbon jenuh rantai terbuka
      · Isomer geometri pada hidrokarbon siklik
      · Isomer geometri pada hidrokarbon yang mempunyai pusat kiral, pusat kiral adalah pusat dimana atom C mengikat 4 gugus yang berbeda.

      Isomer geometri pada hidrokarbon tak jenuh rantai terbuka
      Keterbatasan perputaran atom-atom yang terikat pada masing-masing atom C pada ikatan rangkap yang dikarenakan adanya interaksi antara orbital p membentuk ikatan π.
      · Ikatan π (adanya elektron bebas)
      · Ikatan σ ( adanya tumpang tindih elektron yang membentuk ikatan kovalen/dua elektron dipakai bersama)

      Isomeri geometri adalah isomeri yang disebabkan oleh perbedaan penataan ruang atom-atom dalam molekul. Isomeri ini berbeda dengan isomeri sebelumnya, karena isomeri jenis ini hanya terjadi pada senyawa yang memiliki ikatan yang kaku dengan dua sisi yang berlainan. Isomeri geometri hanya terjadi pada senyawa alkena.

      Hapus
  2. saya ingin menambahkan sedikit mengenai konformasi dan kiralitas, yitu :
    1.Konformasi Molekul : bentuk molekul dan bagaimana bentuk ini dapat berubah. Dalam senyawa rantai terbuka, gugus-gugus yang terikat oleh ikatan sigma dapat berotasi mengelilingi ikatan itu. Oleh karena itu atom-atom dalam suatu molekul rantai terbuka dapat memiliki tak terhingga banyak posisi di dalam ruang relatif satu terhadap yang lain. Memang etana merupakan sebuah molekul kecil, tetapi etana dapat memiliki penataan dalam ruang secara berlain-lainan, inilah yang disebut konformasi.

    3. Kiralitas (chirality) : bagaimana penataan kiri atau kanan atom – atom disekitar sebuah atom karbon dapat mengakibatkan isomeri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih saudari ismi telah menambahkan semoga bermanfaat bagi pembaca dan kita semua.

      Hapus
  3. Disini saya akan menambah jawaban dari pertanyaan saudara lukita, Hidrokarbon Jenuh adalah hidrokarbon yang tidak memiliki ikatan rangkap, seperti Alkana. Rumus umum dari Alkana adalah CnH2n+2Alkana adalah hidrokarbon dengan rantai terbuka dan mempunyai ikatan tunggal sehingga disebut hidrokarbon Alifatis Jenuh. Alkana juga disebut parafin yang berarti mempunyai daya alifatis kecil (sukar bereaksi) Rumus Umum Alkana: CnH2n+2 Deret homolog alkana Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama. Sifat-sifat deret homolog alkana :
    o Mempunyai sifat kimia yang mirip
    o Mempunyai rumus umum yang sama
    o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
    o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kepada saudari Lilis yang telah membantu menjawab dari pertanyaan saudari Lukita. Ilmunya sangat bermanfaat

      Hapus
  4. selamat siang disini saya akan menambahkan mengenai kiralitas senyawa terbuka , Kiralitas senyawa rantai terbuka
    Kiralitas adalah suatu keadaan yang menyebabkan dua molekul dengan struktur yang sama tetapi berbeda susunan ruang dan konfigurasinya. Atom yang menjadi pusat kiralitas dikenal dengan istilah atom kiral. Atom kiral adalah atom yang mengikat gugus yang semuanya berbeda. Bila dalam suatu molekul terdapat satu pusat kiral maka akan terdapat dua stereoisomer dari senyawa tersebut yang dikenal dengan istilah enantiomer.
    a. Sepasang enantiomer merupakan bayangan cermin satu terhadap yang lainnya.
    b. Kedua enantiomer tidak bisa ditumpangtindihkan setelah dilakukan operasi simetri apapun.
    Bila dalam satu molekul terdapat lebih dari satu pusat kiral maka akan terdapat lebih dari satu pasang enantiomer à diastereoisomer/diastereomer

    BalasHapus
  5. Terima kasih kepada saudari Sri Wahyuningsih yang telah menambahkan pada blog saya, sangat bermanfaat ilmunya.

    BalasHapus