ISOMER STRUKTUR SENYAWA HIDROKARBON DAN SISTEM NOMENKLATUR
1.
System
nomenklatur
Setiapmolekulorganikdalampenamaanada 3 bagianyakni
Parent, Prefix, dan suffix.
· Parent:
rantaikarbonterpanjang (rantaiinduk)
· Prefix:
cabang
· Suffix:
gugusfungsional (-ana,-ena,-una)
Suatu tinjauan tata nama organik
a.
Alkana rantai lurus
Sistem tata
nama IUPAC didasarkan pada gagasan bahwa struktur sebuah senyawa organik dapat
digunakan untuk menurunkan namnya dan sebaliknya, bahwa suatu struktur yang unik
dapat digambar untuk tiap nama. Dasar sistem IUPAC ialah nama alkana rantai
lurus. Pengelompokan senyawa disebut deret homolog (homolog serues) dan senyawa
dalam daftar disebut homolog.

Penurunan
nama alkana Metana (CH4) mengikuti nama metil alkohol (CH3OH).
Nama etana (CH3CH3) diturunkan dari kata Yunani aithein
yaitu berkobar. Nama propana (CH3CH2CH3)
diambil dari nama trivial asam karboksilat tiga karbon, asam proplonat (CH3CH2CO2H).
Butana (CH3CH2CH2CH3) di beri nama
menurut nama asam butirat – penyusun berbau dari mentega.
b.
Sikloalkana
Diberi nama
menurut banyaknya atom karbon dalam cincin, dengan penambahan awalan siklo-. Contohnya :

c.
Rantai samping
Suatu rantai
samping atau cabang yaitu suatu gugus alkil sebagai cabang dari suatu rantai induk.
Suatu gugus alkil rantai lurus dinamai menurut induk alkananya sendiri dengan
mengubah akhiran –ana menjadi –il(CH4 ialah metana, maka gugus CH3
ialah gugus metil).
d. Cabang
ganda
Jika
dua cabang atau lebih terikat pada suatu rantai induk, ditambahkan lebih banyak
awalan pada nama induk. Awalan-awalan itu diturunkan secara alfabet,
masing-masing dengan nomor yang menyatakan posisi lekatnya.
e. Subtituen
awalan lain
Seperti
cabang-cabang alkil, beberapa gugus fungsional diberi nama sebagai awalan pada
nama induk. Aturan penggunaan awalan ini identik dengan aturan untuk gugus
alkil, kecuali baahwa induk ialah rantai lurus terpanjang yang mengandung gugus
fungsional itu. Pada gugus fungsional itu ditandai oleh suatu nomor (serendah
mungkin) dan gugus identik oleh di- atau tri.
2.
ISOMER STRUKTUR
Isomer structural adalah
senyawa dari rumus kimia yang sama yang memiliki struktur dan sifat yang
berbeda didasarkan pada bagaimana konstituen atom mereka diurut. Sebagai contoh,
ada dua isomer structural dengan sama rumus kimia C4H10.
a. Isomer rangka adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama
tetapi kerangkanya berbeda.
Contoh pada alkana, alkena, dan alkuna.
1) Pentana (C5H12).
CH3-CH2– CH2-CH2-CH3 n-pentana
CH3-CH- CH2-CH3 2-metilbutana
|
CH3
Pada alkena dan alkuna, letak ikatan
rangkapnya sama tetapi bentuk kerangka bangunnya berbeda
Contoh :
1) Alkuna C6H10

2)
Pentena (C5H10)
CH2 =
CH-CH2-CH2– CH2-CH3 1-heksena
CH2 =
CH-CH-CH2-CH3
3-metil-1-pentena
|
CH3
CH2 =
C-CH2– CH2-CH3
2-metil-1- pentena
|
CH3
b.Isomer posisi adalah senyawa-senyawa yang
memiliki rumus molekul sama tetapi posisi gugus fungsinya berbeda.
Contoh pada alkena dan alkuna.
1)
Alkuna dianggap mempunyai gugus fungsi , isomer dimana letak gugus
Fungsinya berbeda.

Contoh
di atas : 1 heksuna berisomer posisi dengan 2-heksuna
4-metil-1-pentuna berisomer posisi 4-metil-2-pentuna
1-heksuna berisomer rangka dengan 4-metil-1-pentuna
2)
Heksena (C6H12)
CH2= CH – CH2 – CH2 – CH2 -CH3
1-heksena
CH2– CH= CH2 – CH2 – CH2 -CH3
2-heksena
3)
Butuna (C4H6)
CH C-CH2-CH3 1-butuna
CH3-C C-CH3 2-butuna
c. Isomer geometri adalah senyawa-senyawa
yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur ruangnya berbeda.Contoh pada alken
amempunyai 2 isomer geometri yaitu cis dan trans. Syarat utama adanya isomer
cis-trans adalah katan
rangkap 2 atom C (C = C), yang tiap-tiap atom C padaikatan rangkap itu
mengikat atom atau gugus atom yang berbeda.
Perhatikan
2 senyawa berikut :
CH2=CH-CH3
bila digambarkan sebagai berikut :

Coba
perhatikan C sebelah kiri, atom C tersebut mengikat 2 atom yang sama yaitu atom
H, sedang C sebelah kiri mengikat 2 gugus atom berbeda yaitu H dan CH3.
Perhatikan 2-
butena CH3-CH=CH-CH3, bila
digambarkan sebagai berikut :

C sebelah kiri, atom C tersebut mengikat
2 gugus atom yang berbeda yaitu atom H dangugus –CH3,begitu
juga C sebelah kiri mengikat 2 gugus atom berbeda yaitu H dan CH3. Jadi
:
–
1-propena (CH2=CH-CH3) tidak mempunyai isomer cis-trans
–
2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis-trans.
Isomer cis-trans terjadi bilatiap-tiap
atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus atom berbeda.
Keisomeran
geometri menghasilkan 2 bentuk isomer yaitu :bentuk cis (jika gugus-gugus sejenis terletak pada
sisi yang sama) dan bentuk trans (jika gugus-gugus sejenis terletak berseberangan).
Jadi 2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis trans sbb :


Isomer OptisAktif
Isomer
optis aktif terjadi pada senyawa karbon yang mengandung C kiral.
Cobalihat Atom C yang
berwarna coklat, atom C tersebut keempat tangan yang mengikat 4 atom (gugus
atom) yang berbeda. Atom C tersebut mengikat :
1) H
2) CH2CH3
3) CH2CH2CH3
4) CH3
Atom C yang keempat tangannya mengikat
gugus atom berbeda disebut atom C kiral.
3.
Isomer
pada alkana
Strukturalkane dapat berupa
rantai lurus atau rantai bercabang. Alkana yang mengandung tiga atom karbon atau
kurang tidak mempunyai isomer seperti CH4, C2H6 dan C3H8 karena
hanya memiliki satu cara untuk menata atom-atom dalam struktur ikatannya sehingga
memilki rumus molekul dan rumus struktur molekul sama. Dalam senyawa alkane juga
ada yang rumus molekulnya sama, tetapi rumus struktur molekulnya berbeda. Mulai
dari alkane dengan rumus molekul C4H10 mempunyai
dua kemungkinan struktur ikatan untuk menata atom-atom karbonnya seperti di bawah ini:
Untuk senyawa-senyawa
tersebut disebut isomer. Oleh karena perbedaan hanya pada kerangka struktur
rmaka isomernya disebut isomer kerangka.
Untuk pentana (C5H12) memiliki tiga
kemungkinan struktur ikatan untuk menata atom-atom karbonnya yaitu:

Kita dapat menyimpulkan
dari 2 contoh di atas bahwa semakin bertambah jumlah atom C pada rumus molekul suatu
alkane maka semakin banyak isomernya seperti yang tertera ditabel bawah ini:
|
Jumlah atom C
|
C4
|
C5
|
C6
|
C7
|
C8
|
C9
|
C10
|
|
Rumusmolekul
|
C4H10
|
C5H12
|
C6H14
|
C7H16
|
C8H18
|
C9H20
|
C10H 22
|
|
Jumlah isomer
|
2
|
3
|
5
|
9
|
18
|
35
|
75
|
Isomer Alkena
Pada senyawa alkena, keisomeran dimulai dari senyawa
dengan rumus kimia C4H8 sama
seperti senyawa alkana. Jenis isomer yang dapat terjadi pada senyawa alkena
yaitu isomer struktur dan isomer geometri.
a. Isomer Struktur
1. Isomer Kerangka/ Rantai
Isomeri rangka adalah isomeri yang terjadi karena
perbedaan rangkanya, biasanya terjadi antara senyawa rantai lurus dengan
senyawa yang memiliki cabang, bisa pula antar senyawa yang memiliki cabang,
namun berbeda pada posisi dan jumlah cabang.
Contoh : butana memiliki dua isomer yaitu, normal butana (n-butana) dan
isobutana (2-metilpropana)
2. Isomer posisi
Isomer posisi adalah isomer
yang memiliki perbedaan posisi ikatan
rangkap karbon-karbon dalam molekul yang sama.Isomeri ini
hanya terjadi pada senyawa hidrokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna).
Contoh : butena memilki dua isomer posisi yaitu, 1-butena dan 2-butena
b. Isomer geometri
Isomer
geometri adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur
ruangnya berbeda.contohnya sebagai beriku;
Ikatan rangkap dua karbon-karbon pada alkena tidak dapat
memutar (melintir) sebab jika diputar akan memutuskan ikatan rangkap, tentunya
memerlukan energi cukup besar sehingga mengakibatkan ketegaran diantara ikatan
rangkap tersebut. Akibat dari ketegaran, ikatan rangkap menimbulkan isomer
tertentu pada alkena. Pada contoh berikut, ada dua isomer untuk 2-butena (CH3CH=CHCH3),
yaitu cis-2-butena dan trans-2-butena.
c. Isomer Fungsional
Isomer fungsional pada alkena dimulai dari propena (C3H6)
Pada senyawa alkuna, keisomeran dimulai dari senyawa butuna dengan rumus kimia
(C4H6) memiliki jenis isomer yaitu isomer struktur. Pada
pembahasan berikut akan dijelaskan mengenai isomer struktur senyawa alkuna. Perhatikan
dua isomer yang dimiliki butuna (C4H6)
a. Isomer Posisi
4.
Isomer
Fungsi
Soal :
Mengapa sudut kerapatan H-C-C dengan 121ᵒ lebih besar
jika di bandingkan dengan sudut kerapatan H-C-H 117ᵒ ?
Jawab :
Jadi, ikatan H-C-C memiliki sudut ikatan yang lebih besar
dibandingkan dengan ikatan H-C-H karena bentuk molekul H-C-C adalah pola linier
dimana atom-atomnya tertata pada suatu garis lurus. Sudut yang dibentuk oleh
dua ikatan kearah atom pusat akan saling membntuk sudut 180ᵒ. Sudut itu disebut
sudut ikatan seperti contohnya BeCl2.
Jadi, ikatan H-C-C memiliki sudut
ikatan yang lebih besar dibandingkan dengan iktan H-C-H karena memiliki bentuk
molekul pola Segitiga Planar dimana atom-atom dalam molekulnya berbentuk
segitiga tertata dalam bidang datar tiga atom akan berada pada titik sudut
sgitiga sama sisi dan dipusat segitiga terdapat atom pusat. Sudut ikatan antara
atom yang mengelilingi atom pusat membentuk sudut 120ᵒ. Contoh molekul segitiga
sama sisi adalah BF3










saya ingin menambahkan pada benzena, kita dapat membuat isomer posisi dengan 4 isomer berbeda terfantung pads posisi atom dari klorin. atom yang terikat karbon dengan cincin, dan tiga buah lagi kemungkinan saat berikatan dengan cincin karbon.
BalasHapusTerima kasih saya ucapkan kepada saudari Fitri yang telah menambahkan .
HapusSaya ingin menambahkan tentang Sistem Nomenklatur
BalasHapusPada tata nama atau nomenklatur (bahasa Inggris: nomenclature) berasal dari bahasa Latin : nomen untuk penamaan atau calare bagi sebuah penyebutan dalam bahasa Yunani: ονοματοκλήτωρ yang berasal dari kata onoma yang sama berarti dengan bahasa Inggris kuno :nama dan bahasa Jerman kuno : namo adalah merujuk pada persyaratan, sistem prinsip-prinsip dasar, prosedur dan persyaratan yang berkaitan dengan penamaan yang dapat merupakan pembakuan kata atau frasa penugasan untuk objek tertentu. Tatanama organik atau lengkapnya tatanama IUPAC untuk kimia organik adalah suatu cara sistematik untuk memberi nama senyawa organik yang direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Idealnya, setiap senyawa organik harus memiliki nama yang dari sana dapat digambarkan suatu formula struktural dengan jelas.
Terimah kasih.
Terima kasih kepada saudari Nurussalamia yang telah menambahkan di postingan saya, sangat bermanfaat ilumnya.
Hapusselamat maalam dhiyah , postingan yang menarik ,izinkan saya sedikit menambahkan pada materi isomer posisi dhiyah bahwa Dalam isomer posisi , kerangka karbon dasar tetap tidak berubah, namun kelompok-kelompok penting yang berpindah-pindah pada kerangka itu.
BalasHapusSebagai contoh, ada dua isomer struktural dengan rumus molekul C3H7Br. Dalam salah satu dari mereka atom bromin di ujung rantai, sedangkan yang lain itu melekat di tengah.terima kasih sebelumnya ..
Terima kasih saya ucapkan kepada saudara Robi yang telah menambahkan pada postingan saya
Hapusassalamu'alaikum wr.wb saya frandi mardiansyah, saya ingin bertanya mengenai postingan blog anda diatas. menurut anda diantara alkana dan alkena mana yang memiliki isomer paling banyak seiring dengan bertambahnya atom C?
BalasHapusmenurut saya alkena lebih banyak memiliki isomer karena dari ikatang rangkap nya yang lebih banyak di bandingkan dengan alkana
Hapus