Orbital
dan Peranannya dalam Ikatan Kovalen
A. Orbital hibridasi Nitrogen dan Oksigen
A.
Nitrogen
Nitrogen
adalah zat non logam, dengan elektronegatifitas 3.0. Mempunyai 5 elektron di
kulit terluarnya. Ikatan rangkap tiga dalam molekul gas nitrogen (N2) adalah yang terkuat. Nitrogen mengembun pada
suhu 77K (-196oC) pada tekanan atmosfer, dan membeku pada suhu 63K
(-210oC).
Konfigurasi elektron keadaan dasar dari N adalah [He] 2s22p3. tiga dari lima elektron valensi yang digunakan untuk membentuk tiga Ikatan tunggal N―H, meninggalkan satu pasangan elektron bebas. Struktur piramidal trigonal, berasal dari tetrahedral susunan pasangan elektron . N atom memiliki empat valensi orbital atom: 2s, 2px, 2py dan 2pz. Skema sp3 hibridisasi memberikan tetrahedral pengaturan orbital hibrida, sesuai untuk menampung empat pasang elektron.
Konfigurasi elektron keadaan dasar dari N adalah [He] 2s22p3. tiga dari lima elektron valensi yang digunakan untuk membentuk tiga Ikatan tunggal N―H, meninggalkan satu pasangan elektron bebas. Struktur piramidal trigonal, berasal dari tetrahedral susunan pasangan elektron . N atom memiliki empat valensi orbital atom: 2s, 2px, 2py dan 2pz. Skema sp3 hibridisasi memberikan tetrahedral pengaturan orbital hibrida, sesuai untuk menampung empat pasang elektron.
Secara elektronika nitrogen sama dengan
karbon dan orbital atom dari nitrogen berhibridisasi seperti cara yang
bersamaan dengan karbon.
Hibridisasi Nitrogen sp3
Hibridisasi Nitrogen sp2
Nitrogen hanya dapat membentuk tiga ikatan kovalen dengan atom yang lain. pada nitrogen juga orbital dari nitrogen terisi penuh oleh sepasang elektron bebas. Orbital hibrida oksigen berhibridasi sama dengan nitrogen dan karbon. Dua dari empat orbital hibrida sp3 dari oksigen sudah terisi sepasang elektron. Satu elektron valensi yang tersisa akan menempati satu orbital hibrida yang telah diisi satu elektron. Jadi spin elektron kedua ini harus berlawanan dengan spin elekron pertama. Akibatnya atom nitrogen akan trivalen dengan satu pasangan elektron bebas.
Hibridisasi Nitrogen sp3
Hibridisasi Nitrogen sp2
Nitrogen hanya dapat membentuk tiga ikatan kovalen dengan atom yang lain. pada nitrogen juga orbital dari nitrogen terisi penuh oleh sepasang elektron bebas. Orbital hibrida oksigen berhibridasi sama dengan nitrogen dan karbon. Dua dari empat orbital hibrida sp3 dari oksigen sudah terisi sepasang elektron. Satu elektron valensi yang tersisa akan menempati satu orbital hibrida yang telah diisi satu elektron. Jadi spin elektron kedua ini harus berlawanan dengan spin elekron pertama. Akibatnya atom nitrogen akan trivalen dengan satu pasangan elektron bebas.
Nitrogen
|
|||
Valensi
orbital atom
|
Hibridisasi
orbital atom
|
Bonding Pola , geometri
dan sudut ikatan
dalam molekul
|
|
Sp3
|
2s + 2px + 2py
+ 2pz
Keempat valensi nitrogen ini orbital campuran untuk membentuk empat baru orbital hibridisasi |
sp3 + sp3 +
sp3 + sp3
Orbital terbentuk setelah hibridisasi. Tiga dari sp3 yang orbital digunakan untuk membentuk σ obligasi dan satu digunakan untuk pasangan tunggal. |
(amonia) piramidal trigonal sudut ikatan : 107 ° Tiga σ obligasi dan 1 tunggal pasangan |
Sp2
|
2s + 2px + 2py
+ 2pz
Tiga dari nitrogen empat valensi orbital campuran ( dalam kotak ) ke bentuk tiga baru hibridisasi orbital . The unhybridized porbital digunakan untuk ikatan π |
sp2
+ sp2 + sp2 + p
Tiga orbital terdegenerasi baru membentuk setelah hibridisasi . p orbital tetap unhybridized . Dua orbital sp2 digunakan untuk membentuk ikatan σ , satu digunakan untuk elektron bebas dan p orbital digunakan untuk membentuk ikatan π. |
( Formaldamine ) geometri Bent 120 ° sudut ikatan Dua σ obligasi , salah satu pasangan elektron bebas dan obligasi satu π |
Sp
|
2s + 2px + 2py
+ 2pz
Dua dari nitrogen empat valensi orbital campuran ( dalam kotak ) untuk membentuk dua orbital hibridisasi baru . The unhybridized p - orbital digunakan untuk ikatan π |
sp + sp + p + p
Dua orbital terdegenerasi baru
dihasilkan setelah hibridisasi . Dua orbital p tetap unhybridized . Salah sp orbital digunakan untuk membentuk ikatan σ dan yang lain digunakan untuk pasangan tunggal. Dua unhybridized p orbital digunakan untuk membentuk dua π obligasi . |
![]() ( Asetonitril ) geometri linear 180 ° sudut ikatan Satu σ obligasi , salah satu pasangan elektron bebas dan dua ikatan π |
B. Oksigen
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia
dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom
8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan
mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida).
Pada Temperatur dan tekanan standar,
dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik
dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak
berasa, dan tidak berbau.
Oksigen berhibridasi caranya sama
seperti nitrogen. Dua dari empat orbital hibrida sp3 dari oksigen
sudah terisi sepasang elektron.
Salah satu
orbital oksigen memiliki sp3 untuk dapat membentuk susunan
tetrahedral dengan satu atau lebih orbital yang ditempati oleh pasangan
electron tunggal. Oksigen membentuk bentuk miring atau bengkok dimana dua
pasang elektron tunggal memampatkan sudut ikatan dari 109.5o untuk
c. 104o dapat diprediksi bahwa oksigen mampu membentuk dua ikatan sigma
karena pada kulit terluarnya terdapat dua elektron tak berpasangan (2py dan
2pz).
Oksigen
juga dapat terhibridisasi sp2, yaitu dengan mempromosikan satu elektronnya ke
orbital p.
OksigeN
|
|||
Valensi
orbital atom
|
Hibridisasi
orbital atom
|
Bonding Pola , geometri
dan sudut ikatan
dalam molekul
|
|
Sp3
|
2s + 2px + 2py
+ 2pz
Keempat valensi oksigen ini orbital campuran untuk membentuk empat baru orbital hibridisasi
|
sp3 + sp3 + sp3 + sp3
Empat orbital baru terbentuk setelah hibridisasi. Dua dari sp3 yang orbital digunakan untuk membentuk σ obligasi dan dua digunakan untuk dua pasangan mandiri .
|
(Dimethylether ) Bengkok 104 ° sudut ikatan Dua σ obligasi dan 2 tunggal pasangan
|
Sp2
|
2s + 2px + 2py + 2pz
Tiga oksigen ini valensi empat orbital campuran ( dalam kotak ) untuk membentuk tiga orbital hibridisasi baru . The unhybridized p - orbital adalah digunakan untuk ikatan π
|
sp2 + sp2 + sp2 + p
Tiga orbital baru terbentuk setelah hibridisasi. p orbital tetap unhybridized . Satu dari orbital sp2 digunakan untuk membentuk ikatan σ , dua digunakan untuk lone pasang dan p orbital digunakan untuk membentuk ikatan π . |
(formaldehida) geometri linear 180 ° sudut ikatan Dua σ obligasi , salah satu pasangan elektron bebas dan obligasi satu π |
B. Ikatan rangkap konjugasi
Ikatan rangkap konjugasi adalah
ikatan rangkap selang seling dengan ikatan tunggal atau disebut juga
elektronnya dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi).
Sistem
konjugasi secara umumnya akan menyebabkan delokalisasi elektron
di sepanjang orbital p yang paralel satu dengan sama lainnya. Hal ini akan
meningkatkan stabilitas dan menurunkan energi molekul secara keseluruhan.
Pengaturan kembali electron melalui orbital π,
terutama dalam system konjugasi atau senyawa organic yang atom-atomnya secara
kovalen berikatan tunggal dan ganda secara bergantian (C=C-C=C-C) dan
mempengaruhi satu sama lainnya membentuk daerah delokalisasi electron disebut
dengan konjugasi. Elektron-elektron pada daerah delokalisasi ini bukanlah milik
salah satu atom, melainkan milik keseluruhan system konjugasi ini.
Contoh:
Fenol (C6H5OH) memiliki sistem 6
elektron di atas dan di bawah cincin planarnya sekaligus di sekitas gugus
hidroksil. Sistem konjugasi secara umumnya akan menyebabkan delokalisasi
electron disepanjang orbital p yang parallel satu dengan lainnya. Hal ini akan
meningkatkan stabilitas dan menurunkan energi molekul secara keseluruhan. Konjugasi
dapat terjadi dengan keberadaan gugus pendonor orbital p yang berbeda. Selain
ikatan tunggal dan ganda yang bergantian, sisten konjugasi dapat juga terbentuk
oleh keberadaan atom yang memiliki orbital p secara parallel. Contoh, furan.
C. Benzene dan resonansi
Benzena adalah senyawa kimia
organik
yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta
mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6 atom karbon
yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen
berikatan pada setiap 1 atom karbon. Benzena
merupakan senyawa siklik dengan 6 atom karbon yang tergabung dalam cincin.
Dengan 6
elektron p, benzena mengandung tiga ikatan phi dimana ikatannya bergantian
antara ikatan tunggal dan ikatan rangkap. Keenam elektron phi terdelokalisasi
sempurna dalam muatan elektron yang berbentuk seperti donat yang disebut phi aromatik.

Molekul atau ion yang dapat
beresonansi mempunyai sifat-sifat berikut :
1.
Dapat
dituliskan dalam beberapa struktur Lewis yang disebut dengan stuktur resonan. Tetapi
tidak saatupun struktur tersebut melambangkan bentuk asli molekul yang
bersangkutan.
2.
Diantara struktur
ysng saling beresonansi bukanlah isomer. Perbedaan antar struktur hanya pada
posisi elektron bukan posisi inti.
3.
Masing-masing
struktur Lewis harus mempunyai jumlah elektron valensi dan elektron tak
berpasangan yang sama.
4.
Ikatan ynag
mempunyai orde ikatan yang berbeda pada masing-masing struktur tidak mempunyai
panjang ikatan yang khas.
5.
Struktur yang
sebenarnya mempunyai energi yang lebih rendah dibandingkan energi masing-masing
struktur resonan.





bagus postingannya, saya menyarankan untuk saudari agar memberikan gambar pada materi ikatan rangkap terkonjugasi agar lebih jelas . terima kasih
BalasHapusSebelumnya saya ucapkan terima Kasih kepada saudari vini atas sarannya. Semoga pada postingan berikutnya akan menjadi lebih baik lagi
HapusMohon maaf sebelumnya,disini saya hanya menambahkan sesikit tentang resonansi.
BalasHapusResonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion poliatomik tertentu dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu struktur lewis. Struktur molekul atau ion yang mempunyai delokalisasi elektron disebut dengan struktur resonan. Resonansi dalam kimia diberi simbol garis dengan dua arah panah.
Metana dan etilena merupakan contoh senyawa organik dengan struktur yang dapat digambarkan menggunakan rumus ikatan valensi tunggal (menggunakan garis untuk pasangan elektron ikatan).
Sedangkan benzena merupakan senyawa organik yang tidak dapat digambarkan secara teliti oleh rumus ikatan valensi tunggal. Delokalisasi dari elektron pi menghasilkan sistem dalam elektron pi mencakup lebih dari dua atom. Notasi ikatan valensi secara klasik tidak mencakup keadaan ini. Untuk dapat menggambarkan distribusi elektron pi dalam benzena dengan menggunakan rumus ikatan valensi klasik.
Kedua rumus ikatan valensi untuk benzena ini disebut rumus Kekule (Friedrich August Kekule, 1972). Pendapat Kekule adalah bahwa kedua struktur dari benzena bergeser maju balek sangat cepat, sehingga tak ada yang dapat diisolasi secara mandiri satu dari yang lainnya. Kedua struktur Kekule dikatakan ada dalam resonansi yang satu dengan yang lainnya. Dengan alasan ini, struktur Kekule disebut juga sebagai lambang resonansi atau struktur resonansi untuk benzena.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa lambang resonansi bukan struktur nyata, struktur nyata adalah gabungan dari semua lambang resonansi.
Saya ucapkan Terima kasih kepada saudari Yasni atas penambahan materinya, sangat bermanfaat ilmunya.
Hapusselamat malam Siti Mardhiyah, saya ingin menyarankan agar pada materi blog anada gambar di perjelas agar mudah di pahami oleh pembaca. Terima kasih...
BalasHapusTerima kasih saya ucapkan kepada saudari Fitri atas sarannya.
Hapusassalamu'alaikum wr.wb saya frandi mardiansyah. saya ingin memberi saran sedikit, sebaiknya sebelum di postkan ada baiknya atur terlebih dahulu baik gambar, tulisan maupun tabel-tabel agar pembaca lebih mengerti dan memahami materi yang anda postkan.
BalasHapussebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada saudara Frandi atas sarannya sangat bermanfaat bagi saya dan pembaca.
Hapusselamat malam saudari dhiyah, saya rostalinda rumapea. saya sangat tertarik pada postingan materi Orbital hibridasi Nitrogen dan Oksigen. mudah dipahami, karena langsung diberikan contoh dan penjelasan perbedaannya. tapi, sedikit saran pada materi Benzene dan resonansi diberikan gambar dan contoh yang jelas. agar pembaca mudah memahaminya. terimakasih:)
BalasHapus