Minggu, 11 September 2016

Orbital dan Peranannya dalam Ikatan Kovalen tatap muka ketiga Kimia Organik 1



Orbital dan Peranannya dalam Ikatan Kovalen
A.      Orbital hibridasi Nitrogen dan Oksigen
A.    Nitrogen
     Nitrogen adalah zat non logam, dengan elektronegatifitas 3.0. Mempunyai 5 elektron di kulit terluarnya. Ikatan rangkap tiga dalam molekul gas nitrogen (N2) adalah yang terkuat. Nitrogen mengembun pada suhu 77K (-196oC) pada tekanan atmosfer, dan membeku pada suhu 63K (-210oC).

Konfigurasi elektron keadaan dasar dari N adalah [He] 2s22p3. tiga dari lima elektron valensi yang digunakan untuk membentuk tiga Ikatan tunggal N―H, meninggalkan satu pasangan elektron bebas. Struktur piramidal trigonal, berasal dari tetrahedral susunan pasangan elektron . N atom memiliki empat valensi orbital atom: 2s, 2px, 2py dan 2pz. Skema sp3 hibridisasi memberikan tetrahedral pengaturan orbital hibrida, sesuai untuk menampung empat pasang elektron.
Secara elektronika nitrogen sama dengan karbon dan orbital atom dari nitrogen berhibridisasi seperti cara yang bersamaan dengan karbon. 
 
Hibridisasi Nitrogen sp3
 
Hibridisasi Nitrogen sp2
Nitrogen hanya dapat membentuk tiga ikatan kovalen dengan atom yang lain. pada nitrogen juga orbital dari nitrogen terisi penuh oleh sepasang elektron bebas. Orbital hibrida oksigen berhibridasi sama dengan nitrogen dan karbon. Dua dari empat orbital hibrida sp3 dari oksigen sudah terisi sepasang elektron. Satu elektron valensi yang tersisa akan menempati satu orbital hibrida yang telah diisi satu elektron. Jadi spin elektron kedua ini harus berlawanan dengan spin elekron pertama. Akibatnya atom nitrogen akan trivalen dengan satu pasangan elektron bebas.
 

Nitrogen

       
        Valensi
orbital atom

 
Hibridisasi
orbital atom

Bonding Pola , geometri
dan sudut ikatan
dalam molekul

Sp3
2s + 2px + 2py + 2pz
Keempat valensi nitrogen ini
orbital campuran untuk membentuk empat baru
orbital hibridisasi

sp3 + sp3 + sp3 + sp3
Orbital terbentuk setelah
hibridisasi. Tiga dari sp3 yang
orbital digunakan untuk membentuk σ
obligasi dan satu digunakan untuk pasangan tunggal.

 
(amonia)
piramidal trigonal
sudut ikatan : 107 °
Tiga σ obligasi dan 1 tunggal
pasangan

Sp2
2s + 2px + 2py + 2pz
Tiga dari nitrogen empat
valensi orbital campuran ( dalam kotak ) ke
bentuk tiga baru hibridisasi
orbital . The unhybridized porbital
digunakan untuk ikatan π

sp2 + sp2 + sp2 + p
Tiga orbital terdegenerasi baru
membentuk setelah hibridisasi . p
orbital tetap unhybridized .
Dua orbital sp2 digunakan
untuk membentuk ikatan σ , satu digunakan untuk
elektron bebas dan p orbital
digunakan untuk membentuk ikatan π.
 
 
 
 
 
 
 
( Formaldamine )
geometri Bent
120 ° sudut ikatan
Dua σ obligasi , salah satu pasangan elektron bebas
dan obligasi satu π

Sp
2s + 2px + 2py + 2pz
Dua dari nitrogen empat valensi
orbital campuran ( dalam kotak ) untuk membentuk dua orbital hibridisasi baru .
The unhybridized p - orbital
digunakan untuk ikatan π

sp + sp + p + p
 Dua orbital terdegenerasi baru
dihasilkan setelah hibridisasi .
Dua orbital p tetap
unhybridized . Salah sp orbital digunakan untuk membentuk ikatan σ dan yang lain digunakan untuk pasangan tunggal. Dua unhybridized p
orbital digunakan untuk membentuk dua π obligasi .
( Asetonitril )
geometri linear
180 ° sudut ikatan
Satu σ obligasi , salah satu pasangan elektron bebas
dan dua ikatan π


B.       Oksigen
            Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
Oksigen berhibridasi caranya sama seperti nitrogen. Dua dari empat orbital hibrida sp3 dari oksigen sudah terisi sepasang elektron.


Salah satu orbital oksigen memiliki sp3 untuk dapat membentuk susunan tetrahedral dengan satu atau lebih orbital yang ditempati oleh pasangan electron tunggal. Oksigen membentuk bentuk miring atau bengkok dimana dua pasang elektron tunggal memampatkan sudut ikatan dari 109.5o untuk c. 104o dapat diprediksi bahwa oksigen mampu membentuk dua ikatan sigma karena pada kulit terluarnya terdapat dua elektron tak berpasangan (2py dan 2pz).

 
 

Oksigen juga dapat terhibridisasi sp2, yaitu dengan mempromosikan satu elektronnya ke orbital p.
 
OksigeN

       
        Valensi
orbital atom

 
Hibridisasi
orbital atom

Bonding Pola , geometri
dan sudut ikatan
dalam molekul

Sp3
2s + 2px + 2py + 2pz
Keempat valensi oksigen ini
orbital campuran untuk membentuk empat baru
orbital hibridisasi
 
sp3 + sp3 + sp3 + sp3
Empat orbital baru terbentuk setelah
hibridisasi. Dua dari sp3 yang
orbital digunakan untuk membentuk σ
obligasi dan dua digunakan untuk dua
pasangan mandiri .
 
 
 
 
 
 
 (Dimethylether )
Bengkok
104 ° sudut ikatan
Dua σ obligasi dan 2 tunggal
pasangan
 
 
Sp2
2s + 2px + 2py + 2pz
Tiga oksigen ini valensi empat
orbital campuran ( dalam kotak ) untuk membentuk
tiga orbital hibridisasi baru .
The unhybridized p - orbital adalah
digunakan untuk ikatan π
 
sp2 + sp2 + sp2 + p
Tiga orbital baru terbentuk setelah
hibridisasi. p orbital
tetap unhybridized . Satu dari
orbital sp2 digunakan untuk membentuk
ikatan σ , dua digunakan untuk lone
pasang dan p orbital digunakan untuk
membentuk ikatan π .
 
 
(formaldehida)
geometri linear
180 ° sudut ikatan
Dua σ obligasi , salah satu pasangan elektron bebas
dan obligasi satu π

B.    Ikatan rangkap konjugasi
            Ikatan rangkap konjugasi adalah ikatan rangkap selang seling dengan ikatan tunggal atau disebut juga elektronnya dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi).
Sistem konjugasi secara umumnya akan menyebabkan delokalisasi elektron di sepanjang orbital p yang paralel satu dengan sama lainnya. Hal ini akan meningkatkan stabilitas dan menurunkan energi molekul secara keseluruhan.
            Pengaturan kembali electron melalui orbital π, terutama dalam system konjugasi atau senyawa organic yang atom-atomnya secara kovalen berikatan tunggal dan ganda secara bergantian (C=C-C=C-C) dan mempengaruhi satu sama lainnya membentuk daerah delokalisasi electron disebut dengan konjugasi. Elektron-elektron pada daerah delokalisasi ini bukanlah milik salah satu atom, melainkan milik keseluruhan system konjugasi ini.
Contoh:
Fenol (C6H5OH) memiliki sistem 6 elektron di atas dan di bawah cincin planarnya sekaligus di sekitas gugus hidroksil. Sistem konjugasi secara umumnya akan menyebabkan delokalisasi electron disepanjang orbital p yang parallel satu dengan lainnya. Hal ini akan meningkatkan stabilitas dan menurunkan energi molekul secara keseluruhan. Konjugasi dapat terjadi dengan keberadaan gugus pendonor orbital p yang berbeda. Selain ikatan tunggal dan ganda yang bergantian, sisten konjugasi dapat juga terbentuk oleh keberadaan atom yang memiliki orbital p secara parallel. Contoh, furan.

C.  Benzene dan resonansi
            Benzena adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6 atom karbon yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada setiap 1 atom karbon.             Benzena merupakan senyawa siklik dengan 6 atom karbon yang tergabung dalam cincin.
Dengan 6 elektron p, benzena mengandung tiga ikatan phi dimana ikatannya bergantian antara ikatan tunggal dan ikatan rangkap. Keenam elektron phi terdelokalisasi sempurna dalam muatan elektron yang berbentuk seperti donat yang disebut phi aromatik.
Resonansi
Benzena adalah senyawa siklik dengan 6 atom karbon yang tergabung dalam cincin.
A B
Dengan 6 elektron p, benzena...





Resonansi secara singkat dapat dikatakan dengan suatu senyawa kimia yang strukturnya sama tetapi konfigurasi elektronnya berbeda. Resonansi dalam kimia diberi simbol garis dengan dua arah panah (       ).
Molekul atau ion yang dapat beresonansi mempunyai sifat-sifat berikut :
1.                  Dapat dituliskan dalam beberapa struktur Lewis yang disebut dengan stuktur resonan. Tetapi tidak saatupun struktur tersebut melambangkan bentuk asli molekul yang bersangkutan.
2.                  Diantara struktur ysng saling beresonansi bukanlah isomer. Perbedaan antar struktur hanya pada posisi elektron bukan posisi inti.
3.                  Masing-masing struktur Lewis harus mempunyai jumlah elektron valensi dan elektron tak berpasangan yang sama.
4.                  Ikatan ynag mempunyai orde ikatan yang berbeda pada masing-masing struktur tidak mempunyai panjang ikatan yang khas.
5.                  Struktur yang sebenarnya mempunyai energi yang lebih rendah dibandingkan energi masing-masing struktur resonan.


9 komentar:

  1. bagus postingannya, saya menyarankan untuk saudari agar memberikan gambar pada materi ikatan rangkap terkonjugasi agar lebih jelas . terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya saya ucapkan terima Kasih kepada saudari vini atas sarannya. Semoga pada postingan berikutnya akan menjadi lebih baik lagi

      Hapus
  2. Mohon maaf sebelumnya,disini saya hanya menambahkan sesikit tentang resonansi.
    Resonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion poliatomik tertentu dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu struktur lewis. Struktur molekul atau ion yang mempunyai delokalisasi elektron disebut dengan struktur resonan. Resonansi dalam kimia diberi simbol garis dengan dua arah panah.
    Metana dan etilena merupakan contoh senyawa organik dengan struktur yang dapat digambarkan menggunakan rumus ikatan valensi tunggal (menggunakan garis untuk pasangan elektron ikatan).
    Sedangkan benzena merupakan senyawa organik yang tidak dapat digambarkan secara teliti oleh rumus ikatan valensi tunggal. Delokalisasi dari elektron pi menghasilkan sistem dalam elektron pi mencakup lebih dari dua atom. Notasi ikatan valensi secara klasik tidak mencakup keadaan ini. Untuk dapat menggambarkan distribusi elektron pi dalam benzena dengan menggunakan rumus ikatan valensi klasik.
    Kedua rumus ikatan valensi untuk benzena ini disebut rumus Kekule (Friedrich August Kekule, 1972). Pendapat Kekule adalah bahwa kedua struktur dari benzena bergeser maju balek sangat cepat, sehingga tak ada yang dapat diisolasi secara mandiri satu dari yang lainnya. Kedua struktur Kekule dikatakan ada dalam resonansi yang satu dengan yang lainnya. Dengan alasan ini, struktur Kekule disebut juga sebagai lambang resonansi atau struktur resonansi untuk benzena.
    Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa lambang resonansi bukan struktur nyata, struktur nyata adalah gabungan dari semua lambang resonansi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ucapkan Terima kasih kepada saudari Yasni atas penambahan materinya, sangat bermanfaat ilmunya.

      Hapus
  3. selamat malam Siti Mardhiyah, saya ingin menyarankan agar pada materi blog anada gambar di perjelas agar mudah di pahami oleh pembaca. Terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saya ucapkan kepada saudari Fitri atas sarannya.

      Hapus
  4. assalamu'alaikum wr.wb saya frandi mardiansyah. saya ingin memberi saran sedikit, sebaiknya sebelum di postkan ada baiknya atur terlebih dahulu baik gambar, tulisan maupun tabel-tabel agar pembaca lebih mengerti dan memahami materi yang anda postkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada saudara Frandi atas sarannya sangat bermanfaat bagi saya dan pembaca.

      Hapus
  5. selamat malam saudari dhiyah, saya rostalinda rumapea. saya sangat tertarik pada postingan materi Orbital hibridasi Nitrogen dan Oksigen. mudah dipahami, karena langsung diberikan contoh dan penjelasan perbedaannya. tapi, sedikit saran pada materi Benzene dan resonansi diberikan gambar dan contoh yang jelas. agar pembaca mudah memahaminya. terimakasih:)

    BalasHapus