1.
Mesnurut Louis de
Broglie bahwa elektron mempunyai sifat gelombang sekaligus juga partikel.
Jelaskan keterkaitannya dengan teori mekanika kuantum dan Teori Orbital Molekul
?
Jawaban
:
Pada tahun 1924, Louis
de Broglie, menjelaskan bahwa cahaya
dapat berada dalam suasana tertentu yang terdiri dari partikel-partikel,
kemungkinan berbentuk partikel pada suatu waktu sehingga untuk menghitung
panjang gelombang satu partikel diperoleh:


Hipotesis
de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari elektron.
Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya sinar–X. Sebagai akibat dari
dualisme sifat elektron sebagai materi dan sebagai gelombang, maka lintasan
elektron yang dikemukakan Bohr tidak dapat dibenarkan. Gelombang tidak
bergerak menurut suatu garis, melainkan menyebar pada suatu daerah tertentu.
Hipotesis
Louis de Broglie dan azas ketidakpastian dari Heisenberg merupakan dasar dari
model Mekanika Kuantum (Gelombang) yang dikemukakan oleh ERWIN SCHRODINGER pada
tahun1927, yang mengajukan konsep orbital untuk menyatakan kedudukan elektron
dalam atom. Orbital menyatakan suatu daerah dimana elektron paling mungkin
(peluang terbesar) untuk ditemukan.
Schrodinger
sependapat dengan Heisenberg bahwa kedudukan elektron dalam atom tidak dapat
ditentukan secara pasti, namun yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian
menemukan elektron pada suatu titik pada jarak tertentu dari intinya. Ruangan
yang memiliki kebolehjadian terbesar ditemukannya elektron disebut Orbital.
Dalam
mekanika kuantum, model orbital atom digambarkan menyerupai “awan”. Beberapa
orbital bergabung membentuk kelompok yang disebut Subkulit. Persamaan
gelombang ( Ψ= psi) dari Erwin Schrodinger menghasilkan tiga bilangan gelombang
(bilangan kuantum) untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi, bentuk, serta
orientasi) suatu orbital, yaitu: bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum
azimut (l) dan bilangan kuantum magnetik (m).
Teori orbital molekul (OM)
menggambarkan ikatan kovalen melalui istilah orbital molekul yang dihasilkan dari interaksi orbital-orbital
atom dari atom-atom yang berikatan dan yang terkait dengan molekul secara
keseluruhan.
Elektron di antiikatan cenderung
mengurangi kestabilan molekul dengan menarik inti menjauh. Sebuah elektron
antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan elektron pada orbital
awal. Sehingga Elektron ikatan memiliki energi lebih rendah, sedangkan orbital
antiikatan memiliki energi lebih tinggi dibandingkan orbital awal.
Teori orbital molekul merupakan
pendekatan lain dari teori mekanika kuantum.
2.
Bila absorpsi sinar UV
oleh ikatan rangkap menghasilkan promosi elektron ke orbital yang berenergi
lebih tinggi. Transisi elektron manakah memerlukan energi terkecil bila
sikloheksena berpindah ke tingkat tereksitasi?
Jawaban :
Spektrum gelombang elektromagnetik
dan transisi elektron adalah perpindahan elektron dari orbit yang satu ke orbit
yang lain dengan memancarkan gelombang elektromagnetik. Ketika berpindah dari
orbit yang luar ke orbit yang dalam, elektron akan memancarkan energy sebesar
E=hf, dengan f adalah frekuensi gelombang yang dipancarkan.
Absorpsi radiasi UV-visibel
mengakibatkan transisi elektronik, yaitu promosi elektron-elektron dari orbital
keadaan dasar yang berenergi rendah keorbital keadaan tereksitasi yang
berenergi lebih tinggi. Transisi ini memerlukan energi 40 – 150 kkal/mol.
Molekul-molekul yang bertanggung jawab terhadap absorpsi cahaya disebut dengan
kromofor. Kromofor ini merupakan suatu gugusan yang memiliki ikatan rangkap.
Bila molekul-molekul organik didalam larutan dilewati oleh radiasi cahaya
didalam daerah spektrum UV dan visible, molekul-molekul akan mengabsorpsi
cahaya, karena semua molekul mempunyai elektron baik pasangan elektron maupun
elektron sunyi. Panjang gelombang dimana absorpsi itu terjadi bergantung pada
kekuatan elektron itu terikat dalam molekul. Elektron dalam suatu ikatan
kovalen tunggal terikat dengan kuat sehingga diperlukan radiasi berenergi
tinggi atau panjang gelombang pendek untuk eksitasinya, sedangkan elektron
dalam ikatan rangkap dan ganda tiga lebih mudah dieksitasikan keorbital yang
lebih tinggi sehingga memerlukan radiasi berenergi lebih rendah.
Transisi elektronik menimbulkan
spektra serapan pada daerah sinar tampak dan ultra violet pada senyawa-senyawa
organik. Umumnya dalam molekul poliatomis terutama dalam molekul organik,
orbital pengikatan atom bukan pengikatan di isi sehingga transisi elektron
dengan panjang gelombang terpanjang melibatkan pengikatan elektron dari orbital
molekul tidak terisi yang tertinggi ke orbital molekul tidak terisi yang
terendah. Pada transisi
elektronik inti-inti atom dapat dianggap berada pada posisi yang tepat. Hal ini
dikenal dengan prinsip Franck-Condon. Disamping itu dalam proses transisi ini
tidak semua elektron ikatan terpromosikan ke orbital antiikatan.
Menurut saya jawaban saudari sudah cukup jelas,hanya saja pada jawaban nomor 2 mungkin akan lebih bagus jika disertakan gambar.
BalasHapusterima kasih atas kritikan saudari Yasni. semoga pada postingan selanjutnya akan menjadi lebih baik.
HapusAssalamualaikum wr wb . . .
BalasHapusSaya sangat setuju dengan yasni, ada baiknya soal no 2 itu digambarkan baru anda jelaskan agar kami para pembaca dapat lebih jelas dan memahaminya
Terima kasih . .
Terima kasih saudari Suci atas sarannya, sangat bermanfaat bagi saya dan pembaca.
Hapusassalamu'alaikum wr.wb siti mardhiyah. saya ingin menambahkan materi anda, Transisi elektron dapat diartikan sebagai perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital yang lain. Disebut transisi elektron karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika menyerap energi. Dan pada sikloheksana. Pada senyawa senyawa organik tansisi elektronik menimbulkan spektra pada daerah sinar tampak dan sinar UV. Elektron dalam suatu ikatan kovalen tunggal terikat dengan kuat sehingga diperlukan radiasi berenergi tinggi atau panjang gelombang pendek untuk eksitasinya, sedangkan elektron dalam ikatan rangkap dan ganda tiga lebih mudah dieksitasikan keorbital yang lebih tinggi sehingga memerlukan radiasi berenergi lebih rendah.
BalasHapusTerima Kasih atas tambahannya saudari Fitri sangat bermanfaat ilmunya..
HapusSedikit ingin menambahkan jawaban no 2.
BalasHapusTransisi elektronik terjadi karena elektron yang menempati satu orbital detransisi elektronik terjadi karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi yang terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi.absorpsi radiasi UV-visibel mengakibatkan transisi elektronik, yaitu promosi elektron-elektron dari orbital keadaan dasar yang berenergi rendah keorbital keadaan tereksitasi yang berenergi lebih tinggi.
Penyerapan sinar tampak atau UV menyebabkan terjadinya eksitasi molekul dari energi dasar ke energi yang lebih tinggi. Pengabsorbsian sinar UV atau sinar tampak oleh suatu molekul menghasilkan eksitasi elektron bonding. Akibatnya panjang gelombang absorbsi maksimum dapat dikorelasikan dengan jenis ikatan yang ada dalam molekul yang diselidiki. Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul berguna untuk mengidentifikasi gugus fungsional yang ada dalam suatu molekul.
bila 2 orbital atom bergabung maka salah satu orbital molekul bonding berenergi rendah atau orbital molekul anti bonding berenergi tinggi dihasilkan. Orbital molekul yang diasosiasikan dengan ikatan tunggal dalam molekul organik ditandai dengan orbital sigma dan elektron yang terlibat adalah elektron sigmangan energi yang terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi.absorpsi radiasi UV-visibel mengakibatkan transisi elektronik, yaitu promosi elektron-elektron dari orbital keadaan dasar yang berenergi rendah keorbital keadaan tereksitasi yang berenergi lebih tinggi.
Penyerapan sinar tampak atau UV menyebabkan terjadinya eksitasi molekul dari energi dasar ke energi yang lebih tinggi. Pengabsorbsian sinar UV atau sinar tampak oleh suatu molekul menghasilkan eksitasi elektron bonding. Akibatnya panjang gelombang absorbsi maksimum dapat dikorelasikan dengan jenis ikatan yang ada dalam molekul yang diselidiki. Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul berguna untuk mengidentifikasi gugus fungsional yang ada dalam suatu molekul.
bila 2 orbital atom bergabung maka salah satu orbital molekul bonding berenergi rendah atau orbital molekul anti bonding berenergi tinggi dihasilkan. Orbital molekul yang diasosiasikan dengan ikatan tunggal dalam molekul organik ditandai dengan orbital sigma dan elektron yang terlibat adalah elektron sigma.